IDNMetro.com, Labuhan Batu – Pengadaan tawas dan kaporit yang di gunakan menjernihkan air PUDAM Tirta Bina milik pemerintah Kabupaten, berkaitan dengan kwalitas air bersih untuk Konsumsi sehari hari menjadi pertanyaan besar di kalangan pelanggan , air yang seharusnya layak di kosumsi di di distribusikan ke pelanggan di duga tidak memenuhi ketentuan.
Pasalnya air bersih milik PUDAM Tirta bina membuat Keresahaan bagi pelanggan, di mana air bersih mengandung lumpur dan tidak layak di gunakan kosumsi, atau kebutuhan sehari hari.
Seorang pelanggaran warga Kelurahaan Siringo ringo br. Manurung di temui Rabu (31/5) mengatakan, air PUDAM Tirta bina ini, tidak layak untuk di kosumsi , karena mengandung lumpur , hanya di gunakan mandi, dan mencuci, tapi untuk air minum tidak layak, ujarnya.
“Apa lagi kalau musim hujan datang, airnya sangat keruh kali, kita akan tunggu mengendap dulu lumpurnya , baru dapat di gunakan, kalau itu tidak bisa di masak ,,”ujar br.manurung.
Awak media berulang kali mendatangi kantor PUDAM Tirta bina mencoba konfirmasi, namun pengawai piket di depan menyampaikan , direktur lagi keluar atau tidak ada ditempat pak, katanya.
Ketika di konfirmasi via seluler melalui WhatsApp direktur PUDAM Tirta bina Paruhum Nali Siregar tidak mau menjawab, walau telah di baca dengan tanda contreng biru.
Terkait masalah ini ketika di konfirmasi Ketua Gerindra menjabat wakil Ketua DPRD Labuhan batu Abdul Karim Hasibuan Rabu 31 Mei 2023 menyampaikan,” Kami pimpinan dari DPRD meminta pihak management PUDAM Rantau Prapat untuk segera memperbaiki kwalitas air itu, dari hari ini menurut pandangan kurang baik untuk di kosumsi, menjadi lebih baik seperti sebelumnya , agar masyarakat memakai air tersebut sebagai konsunen mendapatkan hak haknya, katanya.
Untuk pengadaan tawas untuk pembersih air , kalau ditelusuri , kalau ada menyalahi , maka dari pihak management tentu untuk pengadaan tawas sesuai dengan aturan yang ada kita haraplah agar sesuai dengan aturan yang ada , ” tutup Abdul Karim.
Laporan : Brexson Sitorus