IDNMetro.com, Humbahas – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, menggelar pelatihan Pengelolaan Desa Wisata. Kegiatan yang direncanakan selama 3 hari berturut-turut itu digelar di Hotel Martin Anugerah Doloksanggul, dimulai sejak Hari Rabu (21/8/2024) hingga Hari Jumat (23/8/2024).
Kabid Ekonomi Kreatif Brettynce Simamora, SE, M.A.P menginformasikan, bahwa kegiatan tersebut dihadiri 55 orang petugas atau anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari sejumlah Desa Wisata yang tersebar dari seluruh penjuru Humbahas.
Pada kesempatan itu, Disparpora Humbahas juga menghadirkan 2 orang narasumber sebagai pengajar untuk peserta pelatihan tersebut. Kedua narasumber tersebut yakni Dr Marciella Elyanta, S.ST,M.M yang merupakan pengajar dari Politeknik Pariwisata Medan dan Hasan Sobirin, ST yang merupakan anggota Tim Historical Trips Bandung.
Kadis Disparpora Humbahas Jakkon Marbun SE, MM, Rabu (21/8/2024), menyampaikan, kegiatan pelatihan ini dilakukan berkat sokongan Dana Alokasi Kusus (DAK) non fisik dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Tahun Anggaran 2024, sehingga Jakkon mengatakan kalau apresiasi dan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya layak disampaikan kepada pemerintah pusat yang telah memberikan perhatian terhadap daerah-daerah wisata sehingga mampu menggelar kegiatan pelatihan tersebut.
Jakkon berharap, bentuk perhatian yang diberikan Kementerian Pariwisata ini menjadi sebuah momen berharga untuk para pengelola wisata di Humbahas. Dengan adanya pelatihan ini, petugas atau pengelola wisata dapat meningkatkan penataan dan pelayanan di objek wisata yang mereka kelola.
Pengelolaan tempat wisata, kata Jakkon, harus didukung pula oleh kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) para pelaku wisata. Sehingga ada peningkatan kreativitas dan pelayanan yang inovatif kepada pengunjung.
Ditambahkannya, desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan bermasyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi keseharian masyarakat.
“Dengan adanya pelatihan ini, kita harapkan nanti, Desa Wisata akan mampu mewarnai variasi destinasi yang lebih dinamis dalam suatu kawasan pariwisata, sehingga pariwisata tidak selalu terjebak dalam trend pengembangan bercorak mass tourism”, ucap Jakkon.
Selain itu, Jakkon juga menyampaikan, setelah masing-masing peserta mengikuti pelatihan ini, mereka akan dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat di desa wisata yang mereka kelola. Peserta diharapkan akan semakin mengetahui dan memahami pentingnya Sapta Pesona dalan mewujudkan masyarakat sadar wisata.
“Sehingga memberikan manfaat kepada pelaku-pelaku pariwisata dan dapat berkontribusi pada kemajuan pariwisata Kabupaten Humbahas secara langsung”, Ungkap Jakkon.(M.Simanjuntak)