IDNMetro.com, Humbahas -Komisi IV DPR RI baru – baru ini melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Humbahas guna meninjau dan melihat secara langsung lokasi pelaksanaan program Food Estate Hortikultura yang berada di Desa Riaria Kecamatan Pollung, Kamis lalu (26/1).
Dikutip dari pemberitaan salah satu media, Anggota Komisi IV DPR RI, Mindo menegaskan, proyek atau Program Food Estate Hortikultura di Desa Siria-ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas) harus segera dievaluasi.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, proyek yang direncanakan menjadi lumbung pangan nasional itu, saat ini kondisinya berantakan atau amburadul. Sehingga perlu untuk dievaluasi secara menyeluruh.
“Harus evaluasi total. Pemda harus jujur mengkoordinir masyarakatnya. Kalau tetap masih seperti sekarang, amburadul !,” kata Mindo Sianipar saat diwawancarai wartawan di Bandara Internasional Silangit usai melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Humbahas, Jumat (27/1).
Lebih lanjut anggota DPR RI Dapil Jatim VIII itu menjelaskan, ada informasi sepihak yang menyatakan bahwa program food estate di Humbahas berhasil.
Namun pada kenyataannya, kata dia, setelah mereka melakukan kunjungan kerja selama dua hari (Kamis-Jumat, 26-27/1) di Humbahas untuk meninjau perkembangan atau progres dari poyek lumbang pangan itu, ternyata sangat bertolak belakang dengan informasi tersebut. Food estate di Humbahas ternyata gagal.
“Cerita panjang sudah berhasil. Apa yang berhasil ? Tidak ada yang berhasil,” pungkasnya di hadapan rombongan Komisi IV DPR RI yang lainnya, seperti Djarot Saiful Hidayat (PDIP) Maria Lestari (PDIP), KRT Darori Wonodipuro (Gerindra), H Sulaiman L Hamzah (NasDem), Edwar Tannur (PKB) dan Drh Slamet (PKS).
Menanggapi hal itu, Menteri Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan membantah pernyataan Komisi IV RI yang menilai program Food Estate Holtikultura di Desa Riaria Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) gagal atau amburadul.
“Apasih yang gagal? Siapa bilang gagal,” tanya Luhut saat diwawancarai wartawan, Sabtu (28/1) disela-sela kunjungan kerjanya ke proyek Taman Sains Teknologi Herbal (TSTH) bertempat Desa Aeknauli Kecamatan Pollung.
Menurut Luhut, gagal atau tidaknya program Food Estate yang menjadi lumbung pangan nasional itu, ditanya kepada petani bukan kepada orang lain.
” Yang ditanya petani nya dong, jangan ditanya yang lain, petani nya bilang apa? Kalo petaninya bilang Happy. Orang komisi IV datang kemari katanya gagal, tanya aja Van Basten,” ucap Luhut.
Lebih lanjut, Luhut menjelaskan, dalam program ini di Kabupaten Humbang Hasundutan diharapkan kepada petani perlu pembelajaran. Dan itu, tambahnya, bahwa butuh paling lama 2 tahun atau 5 kali tanam untuk proses tanah lebih matang.
“Semua kan tidak sulap, jadi kita jalan, tapi sekarang yang sudah ditanam hampir 2 tahun kan hasilnya sudah mulai bagus,” pungkasnya.
Disinggung sekaitan harapannya kepada DPRD Kabupaten Humbahas, Luhut menyampaikan agar mendukung petaninya. Karena, DPRD beruntung rakyatnya sejahtera.
” Ya harapan kita, dukunglah mereka, beruntung karena rakyat nya diberi sejahtera,” kata Luhut.
Selain itu, Luhut juga berpesan agar menyampaikan informasi dengan benar. ” Jangan menyiarkan berita yang tidak benar. Jadi, cek ricek and cek again, saya titip itu aja sama kalian,” pungkasnya.
Laporan : Suleman purba