Model
Berita Daerah

Rakornis TRC dan PB Multi Utama Sektor BPBD Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan

×

Rakornis TRC dan PB Multi Utama Sektor BPBD Labuhan Batu dan Labuhan Batu Selatan

Sebarkan artikel ini
Teks dan Photo : Kaban BPBD Labuhan Batu Darwin Yusma rapat Koordinasi teknis pembinaan reaksi cepat dan penanggulan bencana alam di ruang data kantor dan karya bupati.
Model

IDNMetro.com, Labuhan Batu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan rapat koordinasi teknis (Rakornis) pendampingan dan pembinaan Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan Bencana (PB) multi utama sektor Kabupaten Labuhan Batu dan Kabupaten Labuhan Batu Selatan di ruang data dan karya, Kamis (13/06/2024)

Dikesempatan ini, Kepala BPBD Provinsi Sumatera Utara melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Sri Wahyuni Pancasila mengatakan, kegiatan ini berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 360/1809/BAK tanggal 04 April 2022 hal Pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) di Tingkat Provinsi danKabupaten/Kota di Seluruh Indonesia.

Model

Surat Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 300.1.7/2133/BAK tanggal 12 April 2023 hal Penerapan Pengkajian Cepat Dalam Penanganan Keadaan Darurat Bencana di Daerah.

Ia menambahkan  TRC penanggulangan bencana merupakan suatu tim yang memegang peran penting untuk melakukan pengkajian secara cepat dan tepat di lokasi bencana termasuk mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan sarana dan prasarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum pemerintahan serta kemampuan baik Sumber Daya Alam maupun buatan.

“Kami mengharapkan agar kegiatan rapat koordinasi ini benar-benar memberi manfaat sebagai forum untuk menggali pengetahuan tentang penanggulangan bencana khususnya di wilayah kita masingmasing, lakukan diskusi serta tanya jawab dengan para narasumber”, harapnya

Ditempat yang sama, Kepala BPBD Labuhan Batu Darwin Yusma mengucapkan, terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang telah membantu dan mendukung kegiatan Rakornis ini.

Darwin Yusma menjelaskan Kabupaten Labuhan Batu merupakan daerah dengan indeks resiko bencana yang tinggi, dimana seluruh wilayah Kabupaten Labuhan Batu memiliki resiko yang tinggi untuk terpapar dan terkena bencana.

Kabupaten Labuhan Batu memiliki 5 potensi bencana meliputi: tanah longsor, banjir, puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, serta korban hanyut”, ucap Darwin.

Lanjut Darwin mengatakan, melalui kegiatan ini diharapkan agar kedepannya lebih sigap menanggulangi bencana melalui koordinasi lintas sektoral, pungkasnya.

Kegiatan dirangkum dengan penyampaian paparan oleh narasumber dan tanya jawab dengan peserta yang hadir. (BS)