Model
Uncategorized

 Sosialisasi 18 Kasus TIPIRING

×

 Sosialisasi 18 Kasus TIPIRING

Sebarkan artikel ini
Model

IDNMetro.com, Aceh Timur – Penerapan terhadap 18 perkara Qanun Aceh No o Tahun 2008 Gampong atau Desa yang diadakan di Desa Gamponh Senebuk Teungoh, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (27/10/2022).

Pada acara tersebut turut dihadiri oleh Camat Arul Aman Azani, SE Kabupaten Aceh Timur dalam rangka Sosialisasi 18 kasus Pidana Ringam Gampong TIPIRING karena ini meruoakan kegiatan yanh palinh pentinh sudah diatur pada Qanun yang bagaimana nantu di bahas oleh narasumber Kasi Hukum Kompol Zainir dari Polres Aceh Timur.

Model

Dan terimakasih juga para tamu undangan dari Kapolsek AKP T.Syahril SE Danramil Kapten Radak yang diwakili oleh Babinsa, Mukim Pulau Baru pendamping Desa Forum Gechiek Kecamatan Armiya Dan Gechiek /Kades Serta Perangkat Desa.

Namun nantinya bisa diterapkan pada Desa Masinh-masing.  Nanti Ada Beberapa Poin Poin Dari 18 Perkara Qanun Aceh No 9 Tahun 2008 Gampong bisa berhubungan langsung pada masyarakat dan kepada pihak Kepolisian. Namun dari itu akan dikupas satu persatu oleh pematerinya karena ini sangat berpengaruh didesa langsung, Ujar Kapolsek AKP T. Syahril SE.

Hal itu disampaikan oleh pemateri kasi Hukum  Kompol Zainir dari Polres Aceh Timur Terkait 18 Perkara Seperti Yang Tertera Dalam Qanun Aceh No 9 Tahun 2008 Hukum Adat dan Istiadat yang diadakan di Desa Gampunh Senebuk Teungoah, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.

Ia mengatakam peradilan adat ini bertujuam untuk peran aktif dalam masyarakay nelayam menjaga kerukunan dan kedamaian dam lingkungan warganya sendiri ditingkat aparatur Gampong atau desa yang diberikan kewenangan kasus atau tidak boleh dijadikam kasus ini fungsi.

Krebilitas dari Desa atau tetangga Gampong peran aktif harus punya wawasan berkoordinasi harus dipecahkan duduk bersama mufakat dalam pemgembangan adat istiadat diwilayahnya terkadang beda-besa dalam keluarga.

Sengketa/Perselisihan ini dapat diselesaikan dengan musyawarah melalui mediasi oleh perangkat desa seperti Geuchik (Kepala Desa), Tuha Peut (Aparatur Desa), Imum Syik (Imam Desa) harus bersikap adil dalam mengambil keputusan.

Diselesaikan dengan Adat ini adalah perselisihan/ sengketa dengan perkara rungan berjumlah 18 perkara seperti yang tertera dalam Qanun Aceh no 9 tahun 2008  perselisihan dalam rumah tangga, Sangketa Antar Keluarga yang berkaitan denan Faraidh, perselisiham antar warga, Khalwat Mesum, Perselisiham tentang hak milik pencurian dalam keluarga (Pencurian Ringan), perselisiham harta seharjat, pencurian ringan, pencurian ternak peliharaan dan pelanggaran adat tentang ternak, pertanian serta hutan.

Seperti persengketaan dilaut , persengketaan dipasar, penganiayaan ringam, pembakatam hutan (dalam skala kecil yang merugikan komuniyas adat), pelecehan, fitnah, hasut dan pencemaran nama baik, pencemaran lingkungan (Skala Ringan), ancam-mengancam (Tergantung Jenis Ancaman)  dan perselisihan-perselisiham yang lain yanh melanggar adat dan istiadat kata Kanit Intelkam Syukri Dari Kapolsek Darul Aman.

Dengam sosialisasi ini kedepannya akan lebih baik dan tercipta kerukunan dan keharmonisan dalam menyelesaikan permasalahannya ditingkat desa.

Acara kedepan akan berlanjut  ke Desa lain di Kecamatan Darul Aman ucap Syukri kepada awak media

Kegiatan Sosialisasi Qanun 18 Perkara dapat diserap materi atau poin-poin yang disampaikam oleh Pemateri kepada peserta yang hadir pada sosialsisai TIPIRING 18 perkara yang dilakukan perselisiham serta kasus-kasus ringan di desa dengan sebaiknya kata Geuchik Tenouh mengakhiri.

 

Pewarta : Hasbi