Model
Berita Daerah

Tanam Padi di Siantar Marihat, dr Susanti Teringat Pernah Bercita-cita sebagai Petani

×

Tanam Padi di Siantar Marihat, dr Susanti Teringat Pernah Bercita-cita sebagai Petani

Sebarkan artikel ini
Teks dan Photo : Walikota Pematangsiantar, dr. Susanti Dewayani, SpA menanam padi areal persawahan di Jalan Bahkora II Bawah, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Siantar Marihat
Model

IDNMetro.com, Pematangsiantar – Siapa sangka, Walikota Pematangsiantar, dr.Susanti Dewayani,SpA pernah bercita-cita menjadi seorang petani. Hal itu dikatakannya saat menghadiri acara menanam padi areal persawahan yang berada di Jalan Bahkora II Bawah Huta Nainggolan Kelurahan Sukaraja Kecamatan Siantar Marihat, Jumat (25/11/2022) pagi. Kegiatan tanam padi tersebut sebagai rangkaian acara Penyerahan Bantuan Benih Padi Unggul dan Kartu E-Tani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Pematangsiantar Ir.Ali Akbar dalam tujuannya menyampaikan,  dengan adanya bantuan benih unggul/sarana produksi lainnya dari pemerintah, maka masyarakat terbantu dalam mendapatkan benih unggul sehingga kemampuan bertani semakin meningkat.

Model

Dengan penggunaan benih unggul oleh petani, katanya, diyakini dapat berkontribusi untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan mutu hasil komoditi tanaman pangan. Sehingga mendukung untuk ketersediaan pangan, khususnya di Kota Pematangsiantar.

Salah satu varietas padi unggul saat ini adalah varietas “Inpari 32” dengan potensi hasil 8,43 ton/ha gabah kering giling (GKG) dan tahan terhadap hawar daun bakteri (HDB), tahan terhadap tungro, serta rasa nasi pulen.

Mengingat hal tersebut, maka pada tahun anggaran 2022, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengalokasikan anggaran untuk pengadaan/bantuan benih unggul bersertifikat kepada petani melalui wadah kelompok tani.

Masih kata Ali Akbar, bantuan benih padi unggul bersertifikat varietas Inpari 32 yang diadakan pada tahun anggaran 2023 tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Siantar Marihat di Kelurahan Suka Raja, terdiri dari delapan kelompok tani penerima dengan luas lahan 109 Ha, dan jumlah bantuan benih 2.725 kilogram.

Kemudian Kecamatan Siantar Sitalasari di Kelurahan Bah Sorma, terdiri dari empat kelompok tani penerima dengan luas lahan 26 Ha, dan jumlah bantuan benih 650 kilogram.

Selanjutnya, Kecamatan Siantar Marimbun ada dua kelurahan, yakni  Kelurahan Pematang Marihat terdiri dari lima kelompok tani penerima dengan luas lahan 101 Ha dan jumlah bantuan benih 2.525 kilogram, serta Kelurahan Naga Huta, jumlah penerima tiga kelompok tani dengan luas lahan 39 Ha dan jumlah bantuan benih 975 kilogram.

Lalu, Kecamatan Siantar Martoba di Kelurahan Tanjung Pinggir dengan satu kelompok tani penerima (Kelompok Tani Blok Seratus), luas lahan 25 Ha dan jumlah bantuan benih 625 kilogram.

Dengan demikian, jumlah total seluruh bantuan benih unggul varietas Inpari 32 Tahun Anggaran 2022  yang diberikan sebanyak 7.500 kilogram dengan luas lahan 300 Ha.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga membantu petani dengan memberikan pupuk bersubsidi untuk komoditi padi dan jagung. Hal ini difasilitasi dengan pemberian kartu E-Tani. Jumlah penerima kartu E-Tani di Kota Pematangsiantar tersebar di enam kecamatan yaitu Kecamatan Siantar Sitalasari 693 kartu; Kecamatan Siantar Marimbun 1.390 kartu; Kecamatan Siantar Marihat 768 kartu; Kecamatan Siantar Martoba 455 kartu; Kecamatan Siantar Timur 23 kartu; dan Kecamatan Siantar Selatan 16 kartu. Sehingga jumlah total kartu E-Tani seluruhnya 3.345 kartu.

Sementara itu, WaliKota Pematangsiantar, dr. Susanti Dewayani, SpA dalam sambutannya mengaku dulunya bukan bercita-cita menjadi seorang dokter, apalagi seorang walikota.

“Saya dulu bercita-cita menjadi seorang petani. Namun entah kenapa nasib berkata lain, sehingga saya menjadi dokter. Malah sekarang menjadi Walikota Pematangsiantar,” katanya.

Kata dr. Susanti, semua tanaman, termasuk tanaman padi, jagung, dan sebagainya termasuk mahluk hidup yang memiliki hati dan jiwa. Namun hati dan jiwanya berbeda dengan manusia.

Tetapi ketika tanaman disayangi, disentuh, dan dirawat dengan hati, maka hasilnya akan lebih baik.

“Kedatangan kami di sini beserta Forkopimda dan mitra kita dari perbankan, untuk memberikan perhatian, dengan harapan petani di sini akan bangga, berbesar hati, dan juga akan merawat padi-padi ini dengan penuh kasih sayang,” sebutnya.

Masih kata dr.Susanti, untuk mewujudkan kemandirian pangan nasional, Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian telah melakukan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan produksi padi di Kota Pematangsiantar dengan memanfaatkan teknologi seperti penggunaan varietas unggul baru. Untuk mendukung kemandirian pangan tersebut, maka dilibatkan seluruh komponen masyarakat.

Diketahui, sektor pertanian di Kota Pematangsiantar memiliki potensi yang cukup besar dengan luas lahan sawah 1.314,5 Ha serta didukung sumber daya alam yang memadai, yang akan dimanfaatkan secara optimal.

“Kita akan memacu peningkatan Indeks Pertanaman, terutama di kecamatan yang potensial untuk ditanami padi, seperti Siantar Marimbun, Siantar Marihat, Siantar Martoba dan, Kecamatan Siantar Sitalasari.

“Mari terus kita tingkatkan produksi guna mencapai swasembada pangan di Kota Pematangsiantar,” ajaknya.

dr. Susanti menambahkan, kartu E-Tani kepada kelompok tani yang ada di Kota Pematangsiantar. Kartu tani, sambungnya, merupakan sarana akses layanan perbankan terintegrasi yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman, hingga kartu subsidi yang berfungsi untuk kepastian ketersediaan pupuk bersubsidi, kemudahan penjualan hasil panen, dan kemudahan akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Pemerintah Kota Pematangsiantar senantiasa mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang memberikan dampak positif. Kami juga mengajak para petani yang tergabung dalam kelompok tani dan gapoktan agar bekerja sama, bersinergi, dan berkolaborasi untuk mendukung program program Pemerintah Kota Pematang Siantar, terutama yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” tukasnya.

Dengan adanya kerja sama, sinergitas, dan kolaborasi antara Pemko Pematangsiantar dengan berbagai stakeholder,  termasuk kelompok tani dan gapoktan, maka akan mempercepat terwujudnya Pematangsiantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas demi Pematang Siantar Bangkit dan Maju.

Selanjutnya, dr. Susanti bersama Forkopimda dan pihak perbankan menyerahkan bantuan benih unggul padi secara simbolis kepada perwakilan kelompok tani. Kemudian penyerahan kartu E-Tani kepada perwakilan petani.

Dilanjutkan penanaman langsung bibit padi di petakan sawah yang sudah disediakan.

Tampak hadir, Dandim 022/Pantai Timur diwakili Kasdim Mayor Inf Margana, perwakilan Pengadilan Negeri (PN) Pematangsiantar, Kapolres Pematangsiantar diwakili AKP Robert Purba, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematang Siantar Abdul Haris, Pimpinan BNI Pematangsiantar Reza Syaputra, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan SE MM, Unsur Forkopimcam Siantar Marihat,Camat Siantar Marihat Henri Gunawan Purba, serta para lurah se-Kecamatan Siantar Marihat. (Rel)