Model
Uncategorized

Balita 4 Tahun Meninggal Tertimpa Kayu Broti, Sat Reskrim Polres Simalungun Turun Olah TKP

×

Balita 4 Tahun Meninggal Tertimpa Kayu Broti, Sat Reskrim Polres Simalungun Turun Olah TKP

Sebarkan artikel ini

IDNMetro.com, Simalungun –  Peristiwa tragis merenggut nyawa seorang anak perempuan berusia 4 tahun di Nagori Bah Sampuran, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, setelah korban tertimpa kayu broti yang terjatuh dari sebuah mobil pick up saat proses pembongkaran bahan bangunan berlangsung. Peristiwa duka tersebut mendorong Sat Reskrim Polres Simalungun untuk tidak hanya turun melakukan olah TKP, tetapi sekaligus mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya keselamatan dalam kegiatan bongkar muat material bangunan.

Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba saat dikonfirmasi pada Selasa, 4 Agustus 2026, sekira pukul 12.38 WIB membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa penanganan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat melalui Polres Simalungun Polda Sumatera Utara yang berintegritas dan humanis dalam melayani masyarakat.

Model

“Kerja sama solid antara Polsek Jorlang Hataran bersama Jatanras dan Tim Inafis Satreskrim Polres Simalungun terus dilakukan dalam melayani masyarakat, termasuk menangani peristiwa duka ini,” ujar AKP Verry Purba.

Ia mengungkapkan, peristiwa nahas itu terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026, sekira pukul 10.00 WIB, di jalan desa Dusun Panombean menuju lokasi perkuburan masyarakat dan ladang sawit warga. Korban, JCS, anak perempuan berusia 4 tahun warga Kecamatan Jorlang Hataran, saat itu tengah berjalan bersama neneknya berinisial ES menuju area perkuburan setempat.

“Saat korban berjalan mendekati mobil, satu ikat kayu broti ukuran 2×2 sebanyak empat batang terjatuh dari atas mobil pick up ke arah kiri dan langsung menimpa bagian kepala korban yang saat itu berada di samping kendaraan,” ucap AKP Verry Purba.

Kendaraan yang terlibat adalah sebuah mobil pick up L300 Mitsubishi warna hitam bernomor polisi BK-8479-TV yang tengah menurunkan bahan bangunan dari panglong UD. Anugerah berupa besi, papan, triplek, dan semen. Menyaksikan kejadian itu, nenek korban langsung berteriak meminta pertolongan. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Tentara di Kota Pematang Siantar, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Personel Polsek Jorlang Hataran bersama Kanit Jatanras Ipda Bolon Situngkir, S.H., dan Tim Inafis Polres Simalungun langsung turun melakukan olah TKP pada hari yang sama sekira pukul 15.38 WIB.

“Dari hasil olah TKP, ditemukan lokasi persis korban tertimpa broti, beserta barang bukti berupa sebatang broti sepanjang 400 sentimeter, serta sandal milik korban yang ditemukan berjarak 30 sentimeter dari broti tersebut,” jelas AKP Verry Purba.

Petugas turut mengamankan satu unit mobil pick up L300 beserta kunci kontak, serta kayu broti yang menjadi penyebab kejadian. Sopir berinisial BA dan kernet berinisial HS pun telah diamankan guna dimintai keterangan lebih lanjut.

“Hingga saat ini pihak keluarga belum membuat laporan polisi dan tidak mengizinkan dilakukan otopsi maupun visum terhadap jenazah korban. Keluarga masih melangsungkan musyawarah secara kekeluargaan,” tambah AKP Verry Purba.

Merespons peristiwa tersebut, Sat Reskrim Polres Simalungun sekaligus mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh elemen masyarakat. AKP Verry Purba menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan bongkar muat.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak mengabaikan aspek keselamatan. Pastikan material terangkut dan diturunkan dengan prosedur yang aman, serta jauhkan anak-anak dan masyarakat dari area bongkar muat. Pencegahan sejak awal jauh lebih baik untuk menghindari terjadinya musibah,” ungkap AKP Verry Purba.

Sat Reskrim menekankan tujuh poin penting, mulai dari memastikan material terikat kuat, mensterilkan area bongkar muat dari anak-anak, memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan, menghindari bongkar muat di lokasi berbahaya, hingga mengawasi keberadaan anak-anak secara ketat di sekitar kendaraan angkutan material.

“Situasi di lokasi kejadian saat ini dalam keadaan aman dan kondusif. Masyarakat yang melihat kondisi berpotensi membahayakan dapat segera melapor melalui Call Center 110,” pungkas AKP Verry Purba.

Model >P< Model
Model