Model
Berita Daerah

HKBP dan UEM Galang Bantuan untuk Korban Kebakaran Pajak Tradisional Tarutung 

×

HKBP dan UEM Galang Bantuan untuk Korban Kebakaran Pajak Tradisional Tarutung 

Sebarkan artikel ini

IDNMetro.com, Taput – Pimpinan Huria Kristen Batak Protestan atau HKBP memberi respons dengan berupaya menggalang bantuan kepada ratusan keluarga pemilik kios Pasar Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara yang terbakar pada, Minggu 7 April 2024 malam.

Ephorus HKBP Pdt Robinson Butarbutar didampingi Kepala Depertemen (Kadep) Diakonia HKBP Pdt Debora Purada Sinaga, MTh dalam kunjungan ke lokasi kebakaran, turut mengungkapkan keprihatinan mendalam atas musibah yang tidak terduga itu.

Robinson mengatakan sebagai upaya dini telah melakukan koordinasi dengan okumene pimpinan gereja dalam dan luar negeri seperti United Evangelical Mission atau UEM untuk memberi bantuan kepada korban.

“Kami memohon saudara-saudara kuat dalam menghadapi musibah kebakaran ini. Tentu banyak yang kehilangan sumber penghidupan yang tentu tidak bisa melayani masyarakat sekitar Tapanuli Utara akibat kebakaran, “kata Robinson Butarbutar diwawancara Opsi di Pasar Tarutung pada Senin, 8 April 2024.

Robinson meyakinkan bahwa upaya koordinasi dengan pihak okumene gereja akan mendatangkan berkat kepada para korban.

“Sepanjang mungkin kami akan coba mengorganisir dini untuk bisa menolong seberapa pun yang bisa kami bantu, kami akan coba menghubungi saudara-saudara seiman di negara lain untuk bisa menolong, ” kata Robinson.

Baca Juga :  Rektor Undip : Langkah Tegas Kapolri Benchmark Penegakan Hukum di Masa Datang 

Sementara Pdt Debora Purada Sinaga, MTh selaku Kepala Depertemen (Kadep) Diakonia HKBP menyebut informasi musibah itu telah disampaikan kepada persekutuan gereja protestan internasional yakni United Evangelical Mission (UEM).

Kata Debora koordinasi itu tidak lain untuk meringankan derita keluarga korban musibah kebakaran yang tentu perlunya suguhan data yang valid dari Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Utara.

“Tentu kami memohon melalui Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Utara bisa kerjasama dengan HKBP dan gereja lainnya, tokoh adat, tokoh agama supaya bisa melakukan aksi,” kata Debora.

“Saat ini kami sudah berkoneksi dengan komunitas gereja yang ada di luar negeri yakni United Evangelical Mission juga perorangan dan kelompok yang juga peduli dengan keadaan masyarakat yang alami musibah di Tapanuli Utara,” kata Debora.

Diwartakan Opsi sebelumnya ratusan kios milik pedagang Pasar Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ludes rata dengan tanah akibat kebakaran hebat pada Minggu, 7 April 2024 malam.

Baca Juga :  Meloloskan Pengaduan Polisi,  Sendy Rosario Terancam Pidana Pemalsuan dan Penyalahgunaan Dokumen Kependudukan 

Api melebar hanguskan ratusan kios diduga akibat sambungan arus pendek atau korsleting listrik bersumber dari kios tepat berada di tengah pasar.

AKBP Ernis Sitinjak SIK, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tapanuli Utara membenarkan kejadian kebakaran terjadi sekira pukul 20.30 wib.

“Kebakaran menyebar dengan cepat serta menyambar ke kios-kios yang lain nya yang ada di dalam pasar onan tersebut. Api dengan mudah menyebar karena kios di dalam pasar onan tersebut rata-rata bangunannya terbuat dari kayu dan atas balerong sehingga mudah terbakar,” terang AKBP Ernis Sitinjak pada Senin 8 April 2024.

Ernis mengatakan saksi pertama mengetahui kejadian merupakan warga Pasar Tarutung bernama Midian Situmorang (63). Saat itu saksi sedang berada di warung tuak milik Oppung Salomo Silaban.

Midian menerima info kejadian dari teriakan 2 orang wanita yang tidak dia dikenal melintas dari depan lapo tuak.

“Selanjutnya para saksi melihat api sudah membumbung tinggi dari arah kios Bumbu Sitohang, kios Bakmie Moses Purba dan salah satu kios yang tidak deketahui pemiliknya, kemudian selanjutnya saksi menghubungi pihak Damkar,” kata Ernis.

Baca Juga :  Panen Bawang Putih di FE Humbahas Naik Hasilkan 2,1 Ton Dilahan 0,3 Ha  

Dijelaskan, sebaran api sangat sulit dikendalikan karena sulitnya akses mobil pemadam kebakaran untuk memasuki atau mendekati Pasar Onan Tarutung akibat sempitnya area atau blok yang ada di pasar.

“Lima unit mobil mobil dinas Damkar (2 unit dari Tarutung, 1 unit dari Siborong borong, 1 unit dari Pangaribuan, 1 unit dari Sarulla), mobil PDAM Mual Natio dan satu unit mobil AWC Polres Tapanuli Utara serta 2 unit alat berar buldozzer sangat kesulitan memasuki lokasi, ” kata Ernis.

Pihaknya memperkirakan kerugian mencapai lima ratusan juta rupiah atas sertusan kios rata dengan tanah.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut, namun kerugian dapat ditaksir dari kejadian kebakaran tersebut adalah ± Rp. 500.000.000, dikarenakan kios-kios didalam dipasar tersebut menjual bahan kain tekstil, baju dan sepatu, serta bahan pokok,” jelas AKBP Ernis Sitinjak.

Terpantau hingga siang ini petugas masih berusaha untuk memadamkan api serta mengevakuasi barang milik korban. (Dedy Hutasoit)