IDNMetro.com, Labuhanbatu – Terkait menjamurnya toko modern (Indomaret) di Kota Rantauprapat, Kadis Perindag Labuhanbatu Chairuddin Nasution menyarankan agar tanyakan izinnya terlebih dahulu kepada pihak instansi terkait. Dari dampak pertumbuhannya tidak terkendali menyebabkan dampak sama kios kios kecil masyarakat letaknya berdekatan dengannya, mengalami pendapatan turun drastis.
Menurut Chairuddin hendak berdirinya toko Indomaret pihak Disperindag tidak dilibatkan, karena sudah ada bagiannya masing-masing, contohnya instansi yang menangani tata ruang di wilayah Labuhanbatu.
Ia menambahkan pihaknya hanya mengawasi terkait barang dagangan seperti produk yang kadaluarsa dan tempat produk UMKM di toko modern.
“Soalnya menjamurnya Indomaret kota Rantauprapat, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu izin beroperasinya kepada pihak instansi terkait, sudah ada atau belum izinnya. Pihak Disperindag hanya bersifat pengawasan produk, itupun kalau ditemukan kesalahan mengenai produk kami hanya bisa memberikan sanksi administrasi berupa teguran, ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Labuhanbatu Sarbaini Harahap saat dikonfirmasi terkait izin Indomaret mengaku tidak mengetahui dan dilibatkan tentang beroperasinya Indomaret di wilayah inti kota Rantauprapat.
“Saya tidak tahu soalnya izin Indomaret, pihak Indomaret mendapatkan izin beroperasi di Labuhanbatu melalui sistem OSS. Jadi kami tidak tahu dimana saja mereka buka toko modern tersebut,” jawabnya melalui panggilan Whatsapp pribadinya.
Sebelum ada pemberitaan banyak pasar modern berdirinya di kota Rantau Prapat membuat Pasar tradisional semakin terjepit. Salah satu pasar modern Indomaret baru di tempati di jalan. Binaraga Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhan batu Jumat (8/5) berdampak pada pedagang tradisional. Hal ini berkurang omset pedagang kecil serta mengancam matinya Usaha tersebut.
Seorang pedagang Jumat (8/5) menjelaskan Pembangunan pasar modern Indomaret tersebar dikota Rantau prapat dinilai mengancam keberadaan toko kecil dan pasar tradisional seharusnya pemerintah tidak mempermudah perizinannya, seakan kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat, katanya.
“Dengan adanya Indomaret yang pertumbuhannya tidak terkendali menyebabkan kios masyarakat yang letaknya berdekatan dengannya, mengalami pendapatan drastis menurun, sambungnya.
“Tidak semestinya pembangunan toko modern banyak di jumpai di rantau Prapat tanpa jarak berdekatan, kuota berlebihan, pasti ada regulasi pemerintah mengaturnya, jelas ini berdampak merugikan terhadap pedagang kecil tentang regulasi yang jelas dan terperinci tentang persyaratan di penuhi toko modern, namun karena mudah pasar modern ini menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat, hebat juga ini, jelasnya.
Terpisah Boru manik jumat (8/5) heran kami sama pemkab Labuhanbatu, kami berharap ditinjau kembali terkait persyaratan pendirian itu, tidak memikirkan pedagang tradisional (pedagang kecil) ini, banyak kita jumpai berdiri Indomaret yang letaknya berdekatan dengan pasar tradisional sehingga minat beli masyarakat mulai berubah ini jelas membunuh pedagang kecil, bagaimana kami mencari makan Pak, pengusaha besar yang diuntungkan, apa karena ada upeti yang diberikan pengusaha untuk pemerintah untuk memudahkan mendirikan Indomaret, kalau tak mengerti dengan pemerintah kota ini dengan nada sedih, ujarnya. (BS)
















