IDNMetro.com, Labuhabbatu – Seorang korban tindak pidana pencurian mobil berisial RP warga jalan Cut Mutia Kelurahaan Siringo-ringo, Kecamatan Rantau Utara tidak mendapatkan kepastian hukum dan keadilan hari ini, bertahun-tahun laporan mengendap di Mapolres Labuhanbatu.
Dalam dalam kasus terlapor R eks oknum polisi yang bertugas di Mapolres Labuhanbatu tersangka dalam kasus dugaan pencurian sudah di periksa , namun korban RP tidak mendapatkan ada kejelasan penegakan dari pihak penyidik polres Labuhanbatu.
Berdasarkan dari laporan korban ke polisi dengan Nomor: LP/1254/VII/2017/SU/RES-LBH sebagai korban RP tidak mendapatkan hasil pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang di keluarkan penyidik.
Kepada awak media Jumat (28/11) menuturkan bermula korban RP pergi ke medan ada urusan keluarga selama 3 bulan, minta tolong kepada R untuk melihat menjaga rumahnya dan sekaligus menghidupkan lampu listrik, setelah selesai urusan saya kembali katanya RP.
“Selama keluar kota saya posisi kunci mobil Daihatsu Rocky tersimpan dalam laci lemari kerja dan bersebelahan Dengan gerasi mobil ,namun R merusak kunci ruangan kerja saya, mengambil kunci mobilnya, saya pulang dari Medan mendapatkan kondisi rumah sudah berantakan
“Saya pernah melintas jalan Urip , tepatnya di depan Apotik terparkir di pinggir jalan, yang mana cat mobil Rocky BK 1889 LR seperti mobil saya dari ciri khasnya yang pernah saya pihak kepolisian dari kaca ada goresan dan saya hampiri malah tancap gas, saya ikuti semakin kencang mobilnya, lalu saya tak bisa mengikuti lagi, dan kejadian sudah laporkan ke penyidik dugaan pencurian mobil saya,” ia menambahkan.
Untuk saksi-saksi dalam kasus ini sudah di periksa penyidik namun tidak melakukan penahan terhadap R, telah mengakui perbuatannya, tapi barang bukti mobil belum didapatkan menirukan perkataan penyidik.
Sebelumnya hubungi melalui via WhatsApp terkait pencurian Kasat Reskrim polres Labuhanbatu AKP. Teuku Rivanda Ikhsan mengatakan kita akan optimalkan SP2HP bang, ujarnya.
Namun dalam proses waktu berjalan awak media Rabu (26/11) mencoba konfirmasi lagi tapi tidak mendapatkan informasi perkembangan SP2HP di janjikan. (BS)














