IDNMetro.com, Labuhanbatu – Banyak pasar modern berdirinya di kota Rantau Prapat membuat Pasar tradisional semakin terjepit. Salah satu pasar modern Indomaret baru di tempati di jalan. Binaraga Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhan batu Rabu (30/4) berdampak terhadap pedagang tradisional. Hal ini berkurang omset pedagang kecil serta mengancam matinya Usaha tersebut.
Berbagai tanggapan para pedagang tradisional seputaran kota Rantau Prapat terkait menjamur pasar modern (Indomaret) yang membuat nasib pedagang UMKM semakin tak berdaya.
Seorang pedagang dikonfirmasi Rabu (30/4) menjelaskan Pembangunan pasar modern Indomaret tersebar dikota Rantau prapat dinilai mengancam keberadaan toko kecil dan pasar tradisional seharusnya pemerintah tidak mempermudah perizinannya, seakan kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada masyarakat, katanya.
“Dengan adanya Indomaret yang pertumbuhannya tidak terkendali menyebabkan kios masyarakat yang letaknya berdekatan dengannya, mengalami pendapatan drastis menurun, sambungnya.
“Tidak semestinya pembangunan toko modern banyak di jumpai di rantau Prapat tanpa jarak berdekatan, kuota berlebihan, pasti ada regulasi pemerintah mengaturnya, jelas ini berdampak merugikan terhadap pedagang kecil tentang regulasi yang jelas dan terperinci tentang persyaratan di penuhi toko modern, namun karena mudah pasar modern ini menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat, hebat juga ini, jelasnya.
Tempat terpisah seorang pedagang Rabu (30/4) heran kami sama pemkab Labuhanbatu, kami berharap ditinjau kembali terkait persyaratan pendirian itu, tidak memikirkan pedagang tradisional (pedagang kecil) ini, banyak kita jumpai berdiri Indomaret yang letaknya berdekatan dengan pasar tradisional sehingga minat beli masyarakat mulai berubah ini jelas membunuh pedagang kecil, bagaimana kami mencari makan Pak, pengusaha besar yang diuntungkan, apa karena ada upeti yang diberikan pengusaha untuk pemerintah untuk memudahkan mendirikan Indomaret, kalau tak mengerti dengan pemerintah kota ini dengan nada sedih, ujarnya.
Dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp Rabu (30/4) Kadis DPMPTSP Sarbaini Harahap SH tidak memberikan keterangan alias blokir.
Beberapa kali mendatangi kantor Disperindag untuk dikonfirmasi tidak berada ditempat, namun seorang ASN menuturkan bapak tidak dikantor, masih Sei Berombang, MTQ ujarnya. (Tim)
















