Model
Internasional

Menurut Penelitian, Diperkirakan Sudah 4 Bulan Flu Burung Menginfeksi Sapi-sapi di AS

×

Menurut Penelitian, Diperkirakan Sudah 4 Bulan Flu Burung Menginfeksi Sapi-sapi di AS

Sebarkan artikel ini

IDNMetro.com, Chicago – Flu burung kemungkinan besar telah menginfeksi sapi-sapi perah di Amerika Serikat dalam jumlah yang relatif kecil selama kurang lebih empat bulan sebelum para petugas federal mengonfirmasikan bahwa penyakit tersebut telah menyebar ke sembilan negara bagian, demikian menurut sebuah riset yang didanai oleh pemerintah.

Departemen Pertanian AS melaporkan infeksi virus ‘H5N1’ yang pertama kali terjadi pada seekor sapi perah di Texas pada tanggal 25 Maret, menyusul laporan-laporan tentang penurunan produksi susu di beberapa negara bagian. USDA ( United States Department of Agriculture) mengatakan bahwa mereka meyakini bahwa burung-burung liar penyebar virus, dan menularkan H5N1 ke sapi. Wabah ini kemudian meluas ketika sapi-sapi tersebut dikirim ke negara-negara bagian lain, menurut penelitian yang dirilis pada hari Rabu (01/05) yang didanai oleh USDA, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit dan Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular.

Model

“Data penelitian ini menunjukkan adanya satu kejadian infeksi tunggal dari virus yang berasal dari burung liar ke dalam tubuh sapi, kemungkinan besar juga diikuti oleh peredaran lokal yang terbatas selama kurang lebih empat bulan sebelum dikonfirmasi oleh USDA,” tulis makalah tersebut.

Sebuah tim ilmuwan akademis yang dimotori oleh ahli biologi evolusi Universitas Arizona, Michael Worobey, mengumpulkan sekuens genetik baku yang dirilis oleh USDA pada tanggal 21 April lalu tanpa tanggal dan lokasi dan menyimpulkan seminggu yang lalu bahwa satu kejadian penularan terjadi pada akhir tahun 2023.

Para ilmuwan mengkritik USDA karena tidak merilis rincian data yang memungkinkan para peneliti akademis di seluruh dunia untuk melacak evolusi virus. Seorang petugas peternakan di Texas, Amerika Serikat, telah dites positif mengidap H5N1 akibat wabah yang terjadi saat ini, meskipun gejalanya hanyalah konjungtivitis, yang diyakini disebabkan oleh kontak dengan susu sapi. CDC mengatakan bahwa masyarakat umum memiliki risiko yang rendah untuk terinfeksi.

Flu burung telah lama masuk dalam daftar virus yang berpotensi menjadi pandemi, dan setiap perluasan ke spesies mamalia lainnya menjadi perhatian para ilmuwan. Carol Cardona, seorang ahli flu burung di University of Minnesota, mengatakan bahwa virus ini telah menyebar selama empat bulan tanpa terdeteksi.

“Pada saat virus ini terdeteksi, kami sudah tidak mampu untuk mengendalikan wabah ini,” katanya.

Para dokter hewan mengamati sapi perah yang menunjukkan penurunan produksi susu yang tidak dapat dijelaskan dan perubahan kualitas susu, serta berkurangnya konsumsi pakan, mulai bulan Januari, demikian menurut laporan tersebut. Penelitian ini diterbitkan dalam bentuk pracetak dengan akses publik. Akses publik untuk ilmu biologi yang disebut ‘bioRxivon’.

Anggota tim laboratorium USDA yang memonitor penyakit-penyakit yang bersirkulasi di Amerika Serikat menemukan virus influenza A, yang termasuk flu burung, yang di deteksi dalam susu melalui ‘test swab’ pada hidung dari sapi-sapi di sebuah peternakan di Texas, kata surat kabar itu.

Mereka kemudian meneruskan sampel-sampel hasil test tersebut ke Laboratorium Layanan Veteriner Nasional USDA, untuk diuji kembali ketika penyelidikan epidemiologi masih terus berlanjut di wilayah lain, demikian tulis surat kabar itu.

USDA tidak segera menanggapi sebuah permintaan konfirmasi. “Secara kolektif, upaya ini sudah sangat bagus, karena data penelitian telah dipublikasikan,” ujar ahli virologi Angela Rasmussen dari Organisasi Vaksin dan Penyakit Menular Universitas Saskatchewan, yang meneliti rangkaian virus tersebut bersama Worobey, dalam sebuah postingan di media sosial ‘X’. (Wtg)

Sumber : Reuters

Model
Model