IDNMetro.com, Labihanbatu – Ditengah kondisi keuangan daerah yang dikabarkan mengalami defisit, proyek renovasi Kantor Kejaksaan Negeri Labuhanbatu tetap berjalan dengan anggaran lebih dari Rp 2 miliar yang bersumber dari APBD Labuhanbatu. Hal ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat terkait urgensi anggaran tersebut.
Renovasi tersebut dikerjakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Labuhanbatu. Namun, proses pelaksanaan proyek diduga berjalan secara tertutup dan minim informasi bagi publik.
Saat awak media mencoba melakukan peliputan dan pengambilan foto di lokasi pada Jumat (7/11), seorang petugas pos penjagaan melarang masuk tanpa izin bagian Intelijen.
“Tak boleh masuk tanpa izin Pak Kasi. Harus izin Kasi Intel. Hari Senin saja datang, jumpa dulu Pak Kasi,” ujar petugas tersebut.
Upaya konfirmasi melalui WhatsApp kepada Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Labuhanbatu, Memed, pada Senin (10/11) terkait renovasi dan izin peliputan pun tidak mendapat tanggapan.
Mirisnya, proyek renovasi yang disebut merupakan lanjutan ini juga dikabarkan pernah mendapat anggaran APBD lebih dari Rp 2 miliar pada tahun sebelumnya. Artinya, total anggaran renovasi mencapai lebih dari Rp 4 miliar dalam dua tahun berturut-turut, di tengah kondisi Pemkab Labuhanbatu yang mengalami defisit.
Seorang tokoh pemerhati masyarakat, Edi, mengaku heran dengan situasi ini.
“Katanya Labuhanbatu tak punya anggaran, tapi rehab kantor Kejaksaan malah dikucurkan Pemkab. Heran juga kita. Apa urgensinya untuk masyarakat? Masih banyak fasilitas umum yang perlu dibiayai,” ujarnya.
Edi juga mempertanyakan alasan Pemkab memberikan kucuran anggaran kepada instansi vertikal yang seharusnya mendapatkan pembiayaan dari pemerintah pusat.
“Kantor Kejaksaan itu kalau dilihat sudah permanen. Ini aneh. Kejaksaan punya anggaran tersendiri. Disisi lain, infrastruktur dan fasilitas umum yang dibutuhkan masyarakat masih banyak yang butuh perhatian,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Negeri Labuhanbatu belum memberikan keterangan resmi mengenai proyek renovasi tersebut. (BS)
















