IDNMetro.com, Pematangsiantar – BPJS Kesehatan memastikan layanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap dapat diakses secara optimal selama periode libur Lebaran tahun 2026. Berbagai kemudahan layanan telah disiapkan agar peserta tetap memperoleh pelayanan kesehatan maupun layanan administrasi kepesertaan, termasuk bagi masyarakat yang sedang melakukan perjalanan mudik.
Hal tersebut disampaikan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Pematangsiantar, Indra Bayu, SKM, M.PHM, AAAK, saat menggelar konferensi pers bersama wartawan, Senin (9/3) sekitar pukul 15.30 WIB di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar. Kegiatan tersebut juga diikuti dengan menyaksikan konferensi pers nasional yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BPJS Kesehatan Pusat.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa kemudahan layanan JKN harus tetap dirasakan masyarakat kapan pun dan di mana pun, termasuk saat momentum mudik Lebaran yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia.
Untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan administrasi secara tatap muka, BPJS Kesehatan membuka layanan di kantor cabang pada 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.
“Momentum mudik Lebaran tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan. BPJS Kesehatan memastikan layanan Program JKN tetap dapat diakses dengan mudah sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan tenang karena perlindungan kesehatannya tetap terjamin,” ujar Prihati.
Sebagai bentuk dukungan layanan selama masa mudik, BPJS Kesehatan juga menghadirkan Posko Mudik BPJS Kesehatan di sejumlah titik strategis. Posko tersebut akan memberikan layanan informasi, konsultasi, hingga bantuan layanan bagi peserta JKN selama perjalanan.
Posko Mudik BPJS Kesehatan akan hadir pada 13–16 Maret 2026 di beberapa lokasi, di antaranya Pelabuhan Merak (Banten), Terminal Pulo Gebang (Jakarta Timur), Rest Area Tol Cipularang, Rest Area Tol Cipali, Rest Area Tol Ungaran (Semarang), Rest Area Tol Masaran (Sragen), Terminal Purabaya (Sidoarjo), serta Pelabuhan Soekarno-Hatta (Makassar).
Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto mengatakan, selama libur Lebaran peserta juga dapat memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk mengakses berbagai layanan administrasi kepesertaan secara mandiri. Layanan tersebut meliputi perubahan data peserta, perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga berbagai layanan administrasi lainnya tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Peserta juga dapat mengecek status kepesertaan melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, serta Care Center 165.
“Kami mengimbau peserta untuk memastikan status kepesertaannya aktif sebelum melakukan perjalanan mudik. Peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk membayar iuran maupun melunasi tunggakan,” jelas Akmal.
Di sisi lain, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Abdi Kurniawan Purba memastikan peserta JKN tetap dapat mengakses layanan kesehatan meskipun berada di luar daerah domisili.
Apabila fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, klinik, atau dokter keluarga tempat peserta terdaftar sedang tutup atau peserta berada di luar kota, maka peserta tetap dapat memperoleh pelayanan di FKTP mitra BPJS Kesehatan lain yang sedang beroperasi.
Informasi fasilitas kesehatan yang tetap beroperasi selama libur Lebaran juga dapat diakses melalui Aplikasi Pencarian Fasilitas Kesehatan (Aplicares).
BPJS Kesehatan juga menjamin keberlanjutan pelayanan bagi peserta dengan penyakit kronis, termasuk peserta Program Rujuk Balik (PRB) agar tetap mendapatkan obat dan terapi sesuai ketentuan selama masa libur.
Selain itu, pelayanan bagi peserta yang mengalami kecelakaan lalu lintas juga tetap dijamin sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam kasus kecelakaan ganda, biaya pelayanan kesehatan pertama kali akan ditanggung oleh Jasa Raharja hingga maksimal Rp20 juta, dan apabila melebihi jumlah tersebut, selisihnya dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Bambang Wibowo menyampaikan bahwa rumah sakit di seluruh Indonesia telah mempersiapkan pelayanan bagi peserta JKN selama periode libur Lebaran.
Menurutnya, rumah sakit tetap beroperasi 24 jam dengan menyediakan layanan rawat inap, rawat jalan, hingga layanan cuci darah bagi peserta JKN.
Di sisi lain, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia Tulus Abadi mengingatkan pentingnya memastikan peserta tidak mengalami kendala administratif saat mengakses layanan kesehatan.
“Kami tidak ingin ada peserta yang tertolak secara administratif ketika membutuhkan layanan kesehatan. Karena itu masyarakat perlu memastikan status kepesertaan JKN dalam kondisi aktif sebelum mudik,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan mudik dengan beristirahat cukup serta menjaga kesehatan fisik dan mental.
Sementara itu, Korlantas Polri juga telah melakukan analisis lalu lintas menjelang Lebaran 2026 untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan.
Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Sandhi Wiedyanoe, mengatakan bahwa human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas.
Karena itu, masyarakat diimbau memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum melakukan perjalanan jauh saat mudik. (Ril)

















