Model
Berita Daerah

Video Viral, Oknum Security PTPN IV Kanau Diduga Hentikan Mobil Warga dan Tuduh Bawa Sabu

×

Video Viral, Oknum Security PTPN IV Kanau Diduga Hentikan Mobil Warga dan Tuduh Bawa Sabu

Sebarkan artikel ini

IDNMetro.com, Labuhanbatu – Sebuah video yang beredar luas di media sosial Facebook menjadi viral dan menyita perhatian publik. Video tersebut memperlihatkan seorang oknum petugas keamanan (security) PTPN Kanau Aek Nabara berinisial D yang diduga melakukan penggeledahan terhadap mobil masyarakat di luar kawasan Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.

Dalam video berdurasi 1 menit 41 detik itu, oknum security terlihat menghentikan sebuah kendaraan dan melakukan pemeriksaan tanpa didampingi aparat penegak hukum. Lebih jauh, oknum tersebut juga melontarkan tuduhan bahwa pengendara membawa narkoba jenis sabu.

Model

Yang menjadi sorotan publik, dalam rekaman video viral tersebut, oknum security berinisial D terdengar menyebut bahwa tindakan yang dilakukannya merupakan atas perintah pihak kepolisian dari Polres Labuhanbatu.
“Kami bawa orang polres, orang polres minta tolong sama kami,” ucapnya dalam video tersebut.

Pernyataan itu pun memicu berbagai reaksi dari warganet, terutama terkait kewenangan petugas keamanan perusahaan serta dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam tindakan tersebut.

Sejumlah warganet menilai penggeledahan itu diduga dilakukan di luar kewenangan security perusahaan, terlebih lokasi kejadian disebut berada di luar area HGU PTPN. Selain itu, tuduhan membawa narkoba yang dilontarkan tanpa disertai bukti dan tanpa proses hukum yang jelas juga menuai kecaman dan kritik dari publik.

Untuk memperoleh klarifikasi, awak media telah melakukan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada oknum security PTPN IV KANAU berinisial D, namun hingga berita ini diterbitkan tidak ada jawaban atau tanggapan sama sekali.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Asisten Personalia Karyawan (APK) PTPN IV KANAU melalui pesan WhatsApp terkait dugaan tindakan di luar kewenangan tersebut. Namun, pesan yang dikirimkan tidak mendapat balasan hingga berita ini diterbitkan. (Tim MP)

Model >P< Model
Model